Anti Klimaks


Desir pantai hari ini terasa lebih deras menabrak dinding anjungan 

belum cukup untuk menampiaskan ke dudukan pinggir laut

semburat senja dengan buru-buru bersembunyi dibalik bukit-bukit

enggan menunggu kalimat terlepas baris per baris

anehnya

nelayan itu dengan cepatnya telah mencapai hulu

bahkan sebelum jawaban dari pertanyaan selesai dilontarkan

sebelum sempat disampaikan dari kepala ke bibir

sebelum senyum berubah jadi bulir

di kelopak

-mu dan aku.


Lekat-lekat mata kedua insan ini

saling menatap

saling menebak

berharap saling menetap

entah satu atau keduanya,


tidak,

akan kurekam pantulan diriku

di matamu kala itu

tidak mungkin aku hentikan waktu

meski harus selalu diingatkan

ini ironi

bukan romansa




tunggu,

bukankah ini romansa?

20/09/2023

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Akankah?

Frekuensi Pertemuan