Akankah?

Akankah?


Dalam diamku, aku merindu
Dalam tawaku, aku merindu
Dalam tangisku, aku pun merindu
Dalam do’aku, aku terlebih merindu
Bak merindukan bulan di pagi hari,
Merindukan fajar di malam kelam
Senja, memang indah
Namun, kesenjangan, akankah sama?
Kurasa tidak.
Semburat senja mewakili lengkung senyummu
Tawamu menyeringai kalbu
Memutar balik memori yang masih tersimpan utuh

Tawa itu, akankah kembali?
Tangis itu, akankah hadir lagi?
Semua kenangan itu, akankah masih utuh di setiap benakmu?
Harapku begitu.

Hmm, mungkin seperbagian keping hati ini sudah terbawa oleh kenangan itu, kiranya.




04/09/14

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Anti Klimaks

Frekuensi Pertemuan