Postingan

Teman, rekan.

Teruntuk dua gadis di depan ku bisik dan lantunan syukur dengan tulus, jujur, dan sedikit malu meski masih kusimpan di dalam hati meski tak mampu terujar keluar lewat bibir, terima kasih. love, is not only about romance it also about relation that makes you feel wanted,  needed,  valuable,  and desired. Untuk semua tawa tangis amarah cerita haru, huru, hara terima kasih sungguh. Temanku, rekanku, adikku,  k.m.

Anti Klimaks

Desir pantai hari ini terasa lebih deras menabrak dinding anjungan  belum cukup untuk menampiaskan ke dudukan pinggir laut semburat senja dengan buru-buru bersembunyi dibalik bukit-bukit enggan menunggu kalimat terlepas baris per baris anehnya nelayan itu dengan cepatnya telah mencapai hulu bahkan sebelum jawaban dari pertanyaan selesai dilontarkan sebelum sempat disampaikan dari kepala ke bibir sebelum senyum berubah jadi bulir di kelopak -mu dan aku. Lekat-lekat mata kedua insan ini saling menatap saling menebak berharap saling menetap entah satu atau keduanya, tidak, akan kurekam pantulan diriku di matamu kala itu tidak mungkin aku hentikan waktu meski harus selalu diingatkan ini ironi bukan romansa tunggu, bukankah ini romansa? 20/09/2023

Taman

Temui aku di taman itu Bingar tempat ini masih terasa asing termangu menghitung lembar hari berlalu terlampau cepat terlampau lambat Kita kini sama-sama berdiri di atas kaki masing-masing bersama tujuan  yang mungkin tak sama lagi Senarai impian kita bangun sana sini kejar berjalan kejar berlari di persimpangan kita terhenti berparak ke kanan atau ke kiri klimaks cerita terlewati kita bersama telah terpungkur telah tersungkur Mamuju, 05 Juni 2023

Frekuensi Pertemuan

Frekuensi Pertemuan Akankah tawa itu hadir lagi? Menghiasi ruang kalbu bak semerbak di taman nun indah Hiruk pikuk candaanmu akan selalu men giang ria Memang indah rasanya jikalau kita masih sering bertemu, bercanda ria, menyimpan potret beragam ekspresimu yang sedang tidak sadar, atau hanya sebatas menikmati kebersamaan itu Namun, tidakkah rindu itu akan pudar saat kita sering bertemu? Bukankah rindu itu akan tumbuh justru pada saat kita jarang bertemu? Bukankah yang diharapkan ialah kerinduan sejati? Dimana saat kita bertemu kerinduan itu benar-benar terbayar? Frekuensi pertemuan Bukan tidak dapat terhitung, tapi memang sengaja tak kuhitung Pertemuan yang akan menyumbangkan kasih di antara kita Menguras pikiran karena harus pusing memikirkan bahkan merindukanmu Bayanganmu melanglangbuana di pikiranku Terkadang hati harus beradu dengan logika Hati harus sejalan dengan logika? Tidak mutlak seperti itu , kurasa. 17/09/ 20 14

Akankah?

Akankah? Dalam diamku, aku merindu Dalam tawaku, aku merindu Dalam tangisku, aku pun merindu Dalam do’aku, aku terlebih merindu Bak merindukan bulan di pagi hari, Merindukan fajar di malam kelam Senja, memang indah Namun, kesenjangan, akankah sama? Kurasa tidak. Semburat senja mewakili lengkung senyummu Tawamu menyeringai kalbu Memutar balik memori yang masih tersimpan utuh Tawa itu, akankah kembali? Tangis itu, akankah hadir lagi? Semua kenangan itu, akankah masih utuh di setiap benakmu? Harapku begitu. Hmm, mungkin seperbagian keping hati ini sudah terbawa oleh kenangan itu , kiranya. 04/09/14